Sunggono Peluk Haru Ibunda di Hari Pelantikannya

Sosok ibu di mata Sunggono begitu mulia. Di hari istimewa pelantikannya sebagai Sekretraris Daerah (Sekda) Kukar, Rabu (23/1) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Kliwon (78) ibunda Sunggono, datang memberikan selamat. Keduanya saling berpelukan.

Ibunda Sunggono menitikkan air mata. Sunggono segera memeluk ibunya dan mengecup kepala ibunya yang tertutup kerudung hitam. Mata Sunggono berkaca-kaca. Ia langsung mencari kursi dan mendudukkan sang ibu di sana.

Usai dilantik, Sunggono menerima banyak permintaan foto bareng dari rekan sejawat, beberapa pejabat dan staf di lingkungan Pemkab Kukar. “Ibu adalah Tuhan saya di dunia, beliau separuh dari hidup saya, beliau tinggal di Samarinda, tapi selama ini Insya Allah saya mengurusnya. Kami adalah 13 bersaudara dan sarjana semua, tapi beliau paling dekat dengan saya,” ujar Sunggono.

Ia mengatakan, semua yang dilakukannya selama ini atas izin dan restu ibundanya. “Kalau nggak (ada restu), saya nggak mau,” tuturnya. Bahkan, ia ikut seleksi calon Sekda hingga akhirnya menjadi Sekda definitif atas restu sang ibu.

Seperti diketahui, Sunggono resmi dilantik menjadi Sekda Kukar, Rabu (23/1). Ia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kukar menggantikan posisi Marli yang meninggal dunia pada 4 September 2018 lalu.

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah, Plt Bupati Kukat Edi Damansyah memberikan amanat secara khusus kepada Sekda definitif agar segera mengambil langkah-langkah cepat, seperti membenahi aset pemerintah daerah Kukar, pembenahan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sejumlah Puskesmas dan pastikan Bosnas tidak terkendala dari sisi pertanggungjawaban dan pelaporannya. Edi mengatakan, tugas Sekda sangat vital sehingga perlu dibangun sistem kerja yang sudah ada saat ini. Selain itu, lanjutnya, koordinasi internal harus lebih optimal.

Sunggono siap menjalankan tugasnya sebagai Sekda. “Apa yang beliau amanatkan kepada saya di pelantikan tadi tentang tugas 3 bulan pertama saya untuk menyelesaikan aset daerah, BLUD dan Bosnas, Insya Allah kami laksanakan segera, di antara beberapa yang diamanatkan ketika saya di Dishub sudah kita lakukan terutama untuk pembinaan aset, terkait yang beliau sampaikan memang sudah beberapa kali disampaikan, Insya Allah menjadi prioritas saya di 100 hari kerja untuk saya selesaikan,” ucap Sunggono.

Ia mengawali tugas sebagai PNS di Kelurahan Sukarame pada 1990 selepas kuliah di Akademi Pendidikan Dalam Negeri di Samarinda. Sunggono pernah terpilih sebagai camat terbaik se-Kalimantan Timur dan se-Indonesia Timur pada 2012. Saat itu ia menjabat sebagai Camat Muara Badak. (*)

(Tribun Kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *