915 Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Tes Kompetensi berbasis C.A.T

Gedung BKPSDM Kab. Kutai Kartanegara

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) KanregVIII Banjarmasin  melaksanakan Tes Kompetensi bagi Jabatan Pelaksana golongan III/c, III/d dan golonganIV/a. Tes kompetensi tersebut dilaksanakan berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari hari Kamis tanggal 13 Desember 2018 sampai hari Minggu tanggal 15 Desember 2018 dimana setiap hari terdiri dari 6 sampai 7 sesi. Berdasarkan data kepegawaian, PNS yang mempunyai Jabatan Pelaksana golongan III/b, III/d dan IV/a berjumlah 1.205 orang, akan tetapi karena masih ada PNS yang tidak bisa registrasi karena datanya belum update, dan terlambat registrasi, maka jumlah Jabatan Pelaksana Gol. III/c, III/d dan IV/a yang tercatat sebagai peserta sebanyak 915 orang. Sedangkan yang hadir dan mengikuti tes sebanyak 865 orang sehingga masih ada PNS dengan Jabatan Pelaksana belum mengikuti uji kompetensi.

Uji Kompetensi terdiri dari dua sub tes yaitu Competencies Based Situational Tes (CST) dan Competencies Preferances Questionnaire (CPQ), CST menyasar pengukuran kompetensi pegawai dalam melakukan tugas dan CPQ untuk mengukur preferensi pegawai untuk menampilkan kompetensi dalam kesehariannya.

 Pelaksanaan Tes Kompetensi ini digunakan dalam rangka pemetaan kompetensi Jabatan Pelaksana untuk kemudian diperbandingkan dengan standar kompetensi dalam setiap jabatan sehingga diperoleh peta kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. Setelah melakukan pemetaan kompetensi maka diharapkan pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki database yang bisa digunakan sebagai referensi untuk kegiatan penataan pegawai, promosi, mutasi dan kebijakan pengelolaan kepegawaian lainnya.

Tes Kompetensi atau pemetaan Jabatan Pelaksana ini merupakan preferensi dari delapan kompetensi  sesuai dengan kriteria yang tertuang dalam Permenpan-RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang standar kompetensi jabatan. Manfaat lain dari pemetaan ini adalah dapat mengukur preferensi kompetensi berupa situational judgement, mengidentifikasi gambaran karakteristik pribadi pegawai saat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan, dan memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai dengan karakteristik pribadi serta untuk dasar pengembangan pegawai, ketepatan penempatan di unit kerja, proses distribusi jabatan dan membangun database/sistem informasi kepegawaian di instansi masing-masing.

Dra. Jane AR. Nazaruddin, MT. Sebagai Kepala BKPSDM Kab. Kutai Kartanegara dalam keterangannya mengatakan bahwa Program Tes Kompetensi atau Pemetaan Kompetensi ini seharusnya diikuti oleh seluruh pegawai dengan Jabatan Fungsional Umum/Jabatan Pelaksana agar dapat dipetakan semua kompetensi PNS sehingga dapat diketahui Gap Kompetensi untuk kepentingan penataan pengembangan kerier PNS. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan anggaran maka pada tahap ini yang terdaftar sebagai peserta adalah sebanyak 916 orang. Namun pada saat pelaksanaan masih ada beberapa peserta yang tidak hadir atau hadir tetapi terlambat sehingga tidak bisa mengikuti uji kompetensi. Jika database kompetensi PNS, Bisnis proses, perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk penataan dan pengembangan karier dapat terpenuhi maka diharapkan kedepan semua PNS telah dapat dipetakan kompetensinya sehingga proses penataan dan pengembangan karier PNS dapat segera dilakukan dengan menggunakan merit sistem.

Selanjutnya Jane mengataan bahwa pemerintah Kabuppaten Kutai Kartanegara secara bertahap akan melakukan pemetaan kompetensi bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil dan pada tahun 2018 diawali dengan melaksanakan uji kompetensi bagi PNS dengan jabatan JPTP esselon II.b sebanyak 23 yang dilaksanakan bekerjasama dengan LAN Bandung, dan jabatan administrator sebanyak 18 Camat yang dilaksanakan bekerjasama dengan Kemendagri. Selanjutnya uji kompetensi/pemetaan JFU dilaksanakan yang bekerjasama dengan BKN Regional 8 Banjarmasin. Sedangkan untuk tahun 2019 BKPSDM telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan uji kompetensi/pemetaan kompetensi bagi administrator esselon III.a dan III.b (Sekretaris, Kabag, dan Kabid), untuk itu Jane masih berharap kepada BKN untuk tahun 2019 kembali melaksanakan program Uji Kompetensi/pemetaan kompetensi JFU Jabatan Pelaksana sehingga PNS yang masih belum mengkuti Uji Kompetensi/Pemetaan kompetensi JFU pada tahun 2018 dapat mengikuti pada tahun 2019. Tidak lupa Jane mengucapkan banyak terimakasih kepada BKN yang telah bekerjasama dengan BKPSDM Kab. Kutai Kartanegara untuk melaksanakan kegiatan Pemetaan JFU atau Uji Kompetensi bagi Jabatan Pelaksana dan berharap tahun depan BKN dapat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pemetaan JFU/Uji kompetensi bagi Jabatan Pelaksana di Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus meminta maaf kepada panitia pelaksana dari BKN apabila terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas C.A.T dan kepada peserta yang mendapatkan jadwal di luar hari kerja atau hari libur.

H. Rakhmadi, S.Sos selaku sekretaris BKPSDM Kab. Kutai Kartanegara menambahkan bahwa untuk mendukung setiap pelaksanaan uji kompetensi berbasis C.A.T, maka BKPSDM akan melakukan pembenahan dan perbaikan fasilitas CAT sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh BKN baik unit komputer maupun jaringan.

Foto Dokumentasi Tes Kompetensi:

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *